Mengenai Saya

Foto saya
Science without religion is blind and Religion without science is lame

Kamis, 15 Desember 2011

> Majlis Dzikir

Fadhilah & Bentuk Pengamalannya (Berdasarkan Sunnah)

Tidak diragukan bahwa Dzikrullaah merupakan salah satu ibadah yang agung. Dengan Dzikrullaah, seorang hamba mendekatkan diri kepada Rabb-nya, mengisi waktunya dan memanfaatkan nafas-nafasnya.

FADHILAH MAJELIS DZIKIR

Demikian juga majelis dzikir, merupakan majelis yang sangat mulia di sisi Allah Ta’ala dan memiliki berbagai keutamaan yang agung. Diantaranya:

Pertama: Majelis dzikir adalah taman surga di dunia ini. Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” [Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2562]

Kedua: Majelis dzikir merupakan majelis malaikat. Juga menjadi penyebab turunnya ketenangan dan rahmat Allah. Allah membanggakannya kepada malaikat. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah ‘Azaa wa Jalla, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisiNya. [HR Muslim, no. 2700]

BENTUK-BENTUK MAJELIS DZIKIR

Perlu dicatat bahwa fadhilah majelis dzikir sebagaimana tersebut di atas, hanya bisa diraih jika diamalkan dengan cara yang dituntunkan oleh Nabi r dan para Sahabat.

Dari hadits-hadits yang menyebutkan tentang majelis dzikir, dapat kita ketahui bentuk-bentuk majelis dzikir sebagai berikut:

(1) BERKUMPUL BERDZIKIR

Bentuk majelis dzikir yang pertama adalah; duduk bersama-sama, kemudian masing-masing berdzikir dengan pelan. Lafaz dzikir yang dibaca adalah Tahmid (ucapan Alhamdulillaah), Takbir (Allaahuakbar), Tashbih (Subhaanallaah), Tahlil (Laa ilaaha illallaah), dan istigfar (Astagfirullaah).

Bentuk dzikir ini ditunjukkan oleh hadits-hadits ini: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ”Sesungguhnya Allah Ta'ala memiliki malaikat-malaikat yang berkelana di jalan-jalan mencari orang-orang yang berdzikir. Jika mereka telah mendapatkan sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah, mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berdzikir. Mereka saling mengajak: ‘Kemarilah kepada hajat kamu’. Maka para malaikat mengelilingi orang-orang yang berdzikir dengan sayap mereka sehingga langit dunia. Kemudian Allah Azza wa Jalla bertanya kepada mereka (sedangkan Dia lebih mengetahui daripada mereka), ’Apa yang diucapkan oleh hamba-hambaKu?’ Para malaikat menjawab,’Mereka mensucikanMu (mengucapkan tasbih: Subhanallah), mereka membesarkanMu (mengucapkan takbir: Allah Akbar), mereka memujiMu (mengucapkan Alhamdulillah), mereka mengagungkanMu’. Allah bertanya, ’Apakah mereka melihatKu?’ Mereka menjawab,’Tidak, demi Alah, mereka tidak melihatMu’. Allah berkata, ’Bagaimana seandainya mereka melihatKu?’ Mereka menjawab, ’Seandainya mereka melihatMu, tentulah ibadah mereka menjadi lebih kuat kepadaMu, lebih mengagungkan kepadaMu, lebih mensucikan kepadaMu’.....” [Muslim, no. 2689]

Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah keluar menemui satu halaqah dari para sahabat beliau. Kemudian beliau bertanya, ’Apa yang menyebabkan engkau duduk?’.” Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir kepada Allah.” Beliau bertanya lagi, “Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan engkau duduk, kecuali hanya itu?” Mereka menjawab, “Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan kami duduk, kecuali hanya itu?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya, aku tidaklah meminta engkau bersumpah karena sangkaan (bohong, Pent) kepadamu. Akan tetapi Jibril telah mendatangiku, lalu memberitahukanku, bahwa Allah Ta'ala membanggakanmu kepada para malaikat.” [HR Muslim, no. 2701].

Dari pertanyaan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam kepada para sahabat, mengisyaratkan bahwa dzikir yang mereka lakukan adalah dengan cara pelan. Karena jika keras, tentulah tidak perlu ditanya. Bahkan tentu diingkari, sebagaimana hadits di bawah ini.

Abu Musa Al-Asy’ari berkata: Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menuju Khaibar, orang-orang menaiki lembah, lalu mereka meninggikan suara mereka dengan takbir: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illa Allah. Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Pelanlah! Kasihanilah diri kalian! Sesungguhnya engkau tidaklah menyeru kepada (Tuhan) yang tuli dan yang tidak ada. Sesungguhnya, engkau menyeru (Allah) Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat, dan Dia bersamamu (dengan ilmuNya, pendengaran-Nya, penglihatanNya, dan pengawasanNya, Pent.).....” [HR Bukhari, no. 4205; Muslim, no. 2704].

Dan dzikir secara pelan merupakan adab yang Allah perintahkan. Dia berfirman:

Artinya: “Dan dzikirlah (ingatlah, sebutlah nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” [Al A’raf:205].

(2) TADARUS AL-QUR-AAN

Bentuk bajelis dzikir yang kedua adalah; duduk bersama-sama untuk membaca dan mempelajari Al Qur-aan. Yaitu dengan cara salah seorang membaca dan yang lainnya mendengarkan. Hal ini ditunjukkan oleh dalil-dalil berikut.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya. [HR Muslim, no. 2700].

Dalam hadits ini disebutkan keutamaan “sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah”. Dalam hadits lain lebih dijelaskan bentuk dzikir yang mereka lakukan:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah; mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya.” [HR Muslim, no. 2699].

Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata: Nabi bersabda kepadaku, “Bacakanlah (Al Qur’an) kepadaku.” Aku menjawab, ”Apakah aku akan bacakan kepada Anda, sedangkan Al Qur-aan diturunkan kepada Anda” Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku suka mendengarkannya dari selainku..” Maka aku membacakan kepada beliau surat An Nisa’, sehingga aku sampai pada (ayat ke-41), Beliau lantas bersabda, “Berhentilah,” ternyata kedua mata Beliau meneteskan air mata. [HR Bukhari, no. 4582; Muslim, no. 800 dan lain-lain].

Syaikh Dr. Muhammad Musa Nashr menjelaskan tata cara tadarus yang sesuai sunnah, “Berkumpul untuk membaca Al Qur-aan yang sesuai dengan Sunnah Nabi dan perbuatan Salafush Shalih, yaitu satu orang membaca dan orang-orang selainnya mendengarkan. Barangsiapa mendapatkan keraguan pada makna ayat, (maka hendaklah) dia meminta qari’ (orang yang membacakan) untuk berhenti, dan orang yang ahli berbicara tentang tafsir menjelaskannya, sehingga tafsir ayat itu menjadi jelas dan terang bagi orang-orang yang hadirin … Kemudian qari’ mulai membaca lagi. [Kitab Al Bahts Wal Istiqra’ Fi Bida’il Qurra’, hlm. 50-51].

(3) MENGKAJI ILMU

Bentuk majelis dzikir yang ketiga adalah Majelis ilmu, dan inilah Majelis dzikir yang paling afdhol.

‘Atha rahimahullah berkata, “Majelis-Majelis dzikir adalah Majelis-Majelis halal dan haram; bagaimana seseorang membeli, menjual, berpuasa, shalat, bershadaqah, menikah, bercerai, dan berhaji.” [Al 'Ilmu Fadhkuhu Wa Syarafuhu, hlm. 132]

Dalam kitab Riyadhush Shalihin, Imam An Nawawi membuat satu bab (no. 247) dengan judul: “Keutamaan Halaqah-halaqah Dzikir dan Anjuran Menetapinya, dan Larangan Meninggalkannya Dengan Tanpa Udzur (alasan)”. Beliau menyebutkan empat hadits. Salah satu hadits berisi tentang majelis ilmu. Ini menunjukkan, bila Imam Nawawi rahimahullah mengisyaratkan, bahwa majelis ilmu termasuk majelis dzikir. Wallahu a’lam.

Hadits yang kami maksudkan ialah: Dari Abu Waqid Al Laitsi, bahwa ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sedang duduk di dalam masjid, dan orang-orang bersama Beliau; tiba-tiba datanglah tiga orang. Dua orang mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, yang satu pergi. Kedua orang tadi berhenti di hadapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Yang satu melihat celah pada halaqah (lingkaran orang-orang yang duduk), lalu dia duduk padanya. Adapun yang lain, dia duduk di belakang mereka. Adapun yang ketiga, maka dia berpaling pergi. Setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam selesai, Beliau bersabda,”Maukah aku beritahukan kepada kamu tentang tiga orang tadi? Adapun salah satu dari mereka, dia mendekat kepada Allah, maka Allah-pun mendekatkannya. Adapun yang lain, dia malu, maka Allah-pun malu kepadanya. Dan Adapun yang lain, dia berpaling, maka Allah-pun berpaling darinya.” [HR Bukhari; Muslim, no. 2176.]

Di antara perkataan Imam Nawawi rahimahullah tentang hadits ini, beliau menyatakan: “Di dalam hadits ini terdapat dalil bolehnya halaqah-halaqah ilmu dan dzikir di dalam masjid”. [Shahih Muslim Syarh An Nawawi, 7/413, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Cet. 4, Th 1422 H/2001 M.]

Ketika menyebutkan fiqih hadits ini, Syaikh Salim Al Hilali berkata, “Majelis dzikir-Majelis dzikir adalah halaqah-halaqah ilmu yang diadakan di rumah-rumah Allah untuk belajar, mengajar dan mencari pemahaman terhadap agama.” [Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin, 2/521, Cet. 1, Th. 1415 H/ 1994 M.]

Bahkan sebagian ulama menjelaskan, majelis ilmu lebih baik daripada majelis dzikir. Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhshin Al Badr, berkata, “Tidak ada keraguan, bahwa menyibukan dengan menuntut ilmu dan menghasilkannya, mengetahui halal dan haram, mempelajari Al Qur’anul Karim dan merenungkannya, mengetahui Sunnah Rasulullah r dan sirah (riwayat hidup) Beliau serta berita-berita Beliau, adalah sebaik-baik dzikir dan paling utama. Majelis-Majelisnya adalah Majelis-Majelis paling baik. Majelis-Majelis itu lebih baik daripada Majelis-Majelis dzikrullah dengan tasbih, tahmid dan takbir. Karena Majelis-Majelis ilmu berkisar antara fardhu ‘ain atau fardhu kifayah. Sedangkan dzikir semata-mata (hukumnya) adalah tathawwu’ murni (sunnah, tidak wajib).” [Fiqhul Ad’iyah Wal Adzkar, 1/104].

***

Diringkas dari artikel karya Ust. Abu Isma’il Muslim al-Atsari, dimuat di majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun VIII/1425H/2004 dan www.almanhaj.or.id

Murojaah: Ust. Mizan Qudisah, Lc.

> ARTI SUARA-SUARA HEWAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمّنِ الَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Sebagaimana kita maklum, bahwa makhluk yang diciptakan Allah Swt jumlahnya sangat banyak, diantaranya ada yang berupa makhluk yang hidup seperti manusia dan hewan, ada juga makhluk yang tidak hidup seperti benda-benda mati.

Makhluk yang hidup seperti hewan adakalanya bersuara seperti kucing mengeong, kuda meringkik, anjing menggonggong, dan lain sebagainya. Kemudian penyusun mencoba mencari tahu apa arti yang terkandung dalam suara hewan seperti itu.

Ketahuilah, bahwa penyusun telah menemukan sebuah Atsar (perkataan sahabat Rasulullah) yaitu perkataan baginda Ali ra. riwayatnya yaitu sebagai berikut :

Suatu hari baginda Ali ra (Semoga Allah Swt memuliakan beliau), ditanya tentang apa arti dari suara-suara yang dilontarkan berbagai jenis hewan di setiap kesempatannya ?

Kemudian baginda Ali ra. menjawab ;

1. Kuda, arti dari suara kuda ini adalah sebagai berikut ;

أَللَّـهُمَّ أَعِزِّ المُسْلِمِيْنَ وَاخْذُلْ الكاَفِرِيْنَ
Artinya :
“Ya Allah muliakanlah orang-orang muslim dan rendahkanlah orang-orang kafir”.

2. Sapi, arti dari suara sapi ini adalah sebagai berikut ;

ياَغاَفِلُ لَكَ فىِ المَوْتِ شُغْلٌ شاَغِلٌ ياَغاَفِلُ أَنْتَ عَنْ قَلِيْلِ راَحِلٌ ياَغاَفِلُ كُلُّ ماَ قَدَّمْتَهُ حاَصِلٌ وَسَتَلْقَى غَداً ماَ أَنْتَ عاَمِلٌ
Artinya :
“Wahai orang lalai, bagimu dalam kematian terdapat keresahan yang menyita dirimu. Wahai orang lalai, kamu tidak akan merasa puas dengan bekal sedikit. Wahai orang lalai, setiap apa yang kamu hadapi akan terjadi, kamu kelak akan menemukan hasil apa yang diperbuat sekarang”.

3. Keledai, arti dari suara keledai ini adalah sebagai berikut ;

أَللَّـهُمَّ أَلْعِنْ المُكاَسَ وَكَسْبَهُ
Artinya :
“Ya Allah kutuklah orang-orang yang mengutif pajak pada kaum muslimin dan juga usahanya”.

4. Kambing, arti dari suara kambing ini adalah sebagai berikut ;

ياَمَوْتُ ماَ أَفْجَعَكَ ياَمَوْتُ ماَ أَشْنَعَكَ ياَمَوْتُ ماَ أَفْظَعَكَ , ياَ إِبْنَ آدَمَ ماَ أَغْفَلَكَ ؟
Artinya :
“Wahai kematian, apa yang membuatmu jemu. Wahai kematian, apa yang membuatmu buruk. Wahai kematian, apa yang membuatmu marah. Wahai manusia apa yang membuatmu lalai ?”.

5. Anjing, arti dari suara anjing ini adalah sebagai berikut ;

أَللَّـهُمَّ إِنِّى مَحْرُوْمٌ فاَرْحَمْ مَنْ يَرْحَمَنِى
Artinya :
“Ya Allah sesungguhnya aku adalah hewan yang diharamkan akan tetapi kasihilah orang yang menyayangi aku”.

6. Musang, arti dari suara musang ini adalah sebagai berikut ;

ياَقاَسِمَ الأَرْزاَقِ إِكْفِنِى طَلَبُ ماَقَسَمْتَ لىِ
Artinya :
“Wahai Dzat yang membagi-bagikan rezeki, cukupkanlah aku dalam mencari rezeki yang Engkau bagikan kepadaku”.

7. Kucing, arti dari suara kucing ini adalah membaca sepuluh ayat dari kitab taurat, diantaranya:

قاَلَ اللهُ تَباَرَكَ وَتَعاَلىَ ؛ شَهِدْتُ نَفْسِى لِنَفْسِى أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَناَ وَحْدِى لاَ شَرِيْكَ لىِ مُحَمَّدٌ عَبْدِى وَرَسُوْلىِ , فَمَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضاَئىِ وَلَمْ يَصْبُرْ عَلَى بَلاَئِى وَلَمْ يَشْكُرْ نِعِماَئِى وَلَمْ يَقْتَعْ بِعَطاَئِى فَلْيَطْلُبْ رَبًّا سِواَئِى , وَمَنْ أَصْبَحَ حَزِيْناً عَلَى الدُّنْياَ فَكَأَنَّماَ أَصْبَحَ ساَخِطاً عَلَىَّ , وَمَنْ شَكاَ مُصِيْبَةً نَزَلَتْ بِهِ فَقَدْ شَكاَنِى , وَمَنْ أَجَلَّ غَنِيًّا ِلأَجْلِ غِناَهُ ذَهَبَ ثُلُثاَ دِيْنِهِ , وَمَنْ وَمَنْ لَطَمَ عَلَى وَجْهِهِ عَلَى مَيِّتٍ فَكَأَنَّماَ هَدَمَ كَعْبَتِى بِيَدِهِ وَكَأَنَّماَ أَخَذَ رُمْحاً يُحاَرِبُنِى بِهِ , وَمَنْ لَمْ يُباَلِ مِنْ أَيْنَ يَأْكُلُ لَمْ يُباَلِ اللهُ مِنْ أَىْ باَبٍ يُدْخِلُهُ النَّارَ , وَمَنْ لَمْ يَكُنْ كُلَّ يَوْمٍ فىِ زِياَدَةِ مِنْ دِيْنِهِ فَهُوَ فىِ نُقْصاَنٍ وَمَنْ كاَنَ فىِ نُقْصاَنٍ كاَنَ المَوْتُ خَيْراً لَهُ , وَمَنْ عَمِلَ بِماَ عَلِمَ وَرَثَهُ اللهُ عِلْمَ ماَلَمْ يَعْلَمْ , وَمَنْ أَطاَلَ أَمَلَهُ لَمْ يُخْلِصْ عَمَلُهُ
Artinya :
Allah Swt berfirman (dalam kitab taurat) : “Aku bersaksi kepada diriku sendiri, tiada tuhan selain Aku, Aku sendiri, tidak ada yang bersekutu dengan Aku, Muhammad adalah hamba-Ku dan utusan-Ku.
Barang siapa tidak rela dengan keputusan-Ku tidak sabar atas musibah-Ku tidak syukur akan nikmat-Ku tidak merasa cukup akan pemberian-Ku maka silahkan cari tuhan selain Aku !?.
Barang siapa pagi-pagi hari merasa sedih akan urusan dunia (tidak memiliki uang) kama dia seolah pagi-pagi hari sudah membenci Aku.
Barang siapa bercerita tentang musibah yang menimpanya maka dia sungguh bercertia kepada-Ku, (artinya jangan mencertikan musibah kecuali hanya kepada Allah)
Barang siapa mengagungkan orang kaya karena kekayaannya (ingin dikasihani) maka sungguh sepertiga agamanya telah hilang.
Barang siapa menampar pipinya sendiri karena ditinggal mati saudara maka dia seolah merubuhkan ka’bah-Ku dengan tangannya, dan dia seolah mengambil senjata untuk memerangi Aku.
Barang siapa tidak peduli dari mana dia makan (halal ataukah haram) maka Allah tidak peduli dari pintu manapun memasukan dirinya ke dalam neraka.
Barang siapa di setiap hari tidak meningkat akan ilmu agama dan amalnya maka sesungguhnya dia dalam keadaan merugi dan barang siapa tetap dalam keadaan merugi maka kematian adalah lebih baik bagi dirinya.
Barang siapa melakukan amal ibadah dengan ilmu yang dimilikinya maka Allah akan memberikan ilmu yang tidak diketahuinya.
Barang siapa memanjangkan harapan dalam umur dunianya maka amal ibadahnya tidak akan pernah ikhlas”.
Dan lain sebagainya.

8. Singa, arti dari suara singa ini adalah sebagai berikut ;

ياَمَنْ خَضَعَتْ لَهُ الصُّخُوْرُ الصَّمُّ سَلِّطْنِى عَلَى مَنْ يُعْصِكَ فىِ النُّوْرِ وَالظُّلُماَتِ
Artinya :
“Wahai Dzat yang tunduk dan patuh kepada-Nya batu-batu besar yang tuli, berikan aku kemampuan untuk menguasai serta menghabisi orang-orang yang bermaksiat kepada-Mu dalam keadaan terang dan gelap”.

9. Macan tutul, arti dari suara macan tutul ini adalah sebagai berikut ;

عِشْ ماَشِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ وَاجْمَعْ ماَشِئْتَ فَإِنَّكَ تاَرِكُهُ وََأحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفاَرِقُهُ
Artinya :
“Hiduplah sekehendakmu namun kamu akan segera menjadi mayat, timbunlah harta sekehendakmu nanti juga kamu akan meninggalkannya, dan cintailah orang yang kamu inginkan sesungguhnya kamu akan lekas meninggalkannya”.

10. Burung gagak, arti dari suara burung gagak ini adalah sebagai berikut ;

ياَمَعْشَرَ الأُمَمِ اِحْذَرُوْا زَواَلَ النِّعَمِ ياَمَعْشَرَ الأُمَمِ احْذَرُوْا نُزُوْلَ النَّقَمِ
Artinya :
“Wahai kumpulam umat-umat, takutilah akan hilangnya berbagai kenikmatan. Wahai kumpulan umat-umat, takutilah akan turunnya siksa Allah”.

11. Burung elang, arti dari suara burung elang ini adalah sebagai berikut ;

البُعْدُ عَنِ النَّاسِ أَنِسٌ لِمَنْ عَقَلَ
Artinya :
“Menjauh dari manusia (dekat dengan Allah) adalah membahagiakan bagi orang yang berakal sehat”.

12. Burung merpati, arti dari suara burung merpati ini adalah sebagai berikut ;

صَلُّوْا مَنْ قَطَعَكُمْ وَاعْفُوْا عَمَّنْ ظَلَمَكُمْ وَأَعْطَوْا مَنْ حَرَمَكُمْ وَكَلَّمُوْا مَنْ هَجَرَكُمْ تَكُنْ الجَنَّةُ مَسْكَناً لَكُمْ
Artinya :
“Hubungi dan jumpailah orang yang memutuskan ikatan shilaturrahmi denganmu, maafkanlah orang yang berbuat jahat kepadamu, berilah hadiah orang yang tidak mau menemuimu, bicaralah dan ajak ngobrol dengan orang yang mengusirmu maka sorga akan menjadi tempat tinggal kamu”.

13. Kodok, arti dari suara kodok ini adalah sebagai berikut ;

سُبْحاَنَ مَنْ يُسَبِّحُ لَهُ ماَ فىِ البِحاَرِ سُبْحاَنَ مَنْ يُسَبِّحُ لَهُ ماَ فىِ رُؤُسِ الجِباَلِ سُبْحاَنَ مَنْ يُسَبِّحُ لَهُ كُلُّ ذِى شَفَةٍ وَلِساَنٍ
Artinya :
“Maha suci Dzat yang bertasbih kepada-Nya penghuni lautan, maha suci Dzat yang bertasbih kepada-Nya penghuni puncak gunung, maha suci Allah yang bertasbih kepada-Nya setiap makhluk yang memiliki bibir dan lisan”.

14. Burung hud-hud (ada yang menyebutnya beo), arti dari suara burung hud-hud ini adalah sebagai berikut ;
رَبِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فاَغْفِرْ لىِ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Artinya :
“Ya Tuhanku, aku berbuat dlolim pada diriku, ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Tuan”.

15. Landak, arti dari suara landak ini adalah sebagai berikut ;

الرَّحْمَنُ عَلَى العَرْشِ اسْتَوَى وَعَلَى المُلْكِ احْتَوَى يَعْلَمُ ماَتَحْتَ الثَّرَى
Artinya :
“Allah yang Maha pengasih yang menguasai ‘Arasy, Dia yang memiliki kekuasaan, Dia mengetahui apa yang terdapat di bawah bumi”.

16. Burung tekukur, arti dari suara burung tekukur ini adalah sebagai berikut ;
قَرُبَ الأَجَلُ وَفاَتَ الأَمَلُ وَحَصَلَ العَمَلُ
Artinya :
“Ajal kematian telah dekat, harapan hanya tinggal harapan dan hasil melakukan amal ibadah yang akan didapatkan”.

17. Burung pipit (burung kecil), arti dari suara burung pipit ini adalah sebagai berikut ;

ياَعاَلِمَ السِّرِّ وَالنَّجْوَى وَكاَشِفَ الضُّرِّ وَالبَلْوَى سَلِّطْنِى عَلَى زَرْعِ مَنْ لاَيُؤَدِّى حَقَّكَ
Artinya :
“Wahai Dzat yang mengetahui rahasia dan hal yang tersembunyi, wahai Dzat yang melepaskan kesulitan dan ujian kirmkanlah aku pada tanaman padi orang yang tidak memenuhi hak-Mu (tidak beribadah)”.

18. Ayam jago, arti dari suara ayam jago ini adalah sebagai berikut ;

سُبُّوْحُ قُدُّوْسُ رَبُّ المَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ اذْكُرُوْا اللهَ ياَغاَفِلُوْنَ
Artinya :
“Maha suci dan maha bersih Tuhan pengurus malaikat dan ruh, ingatlah kalian kepada Allah wahai orang-orang yang lalai”.

19. Ayam betina, arti dari suara ayam betina ini adalah sebagai berikut ;

أَللَّـهُمَّ إِنَّكَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ
Artinya :
“Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah yang maha benar, dan janji Engkau juga benar”.

Dan masih banyak lagi yang lain.

Allah Mengetahui segalanya..
By Ahmad Daerobiy Pukul 15:19:00

> DO'A IMAM GHOZALI

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمِيْنَ حَمْداً يُواَفىِ نِعَمَهُ وَيُكاَفىِ مَزِيْدَهُ ياَرَبَّناَ لَكَ الحَمْدُ كَماَيَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطاَنِكَ , أللَّـهُمَّ إِناَّ نَسْأَلُكَ مِنَ النِّعْمَةِ تَماَمَهاَ وَمِنَ العِصْمَةِ دَواَمَهاَ وَمِنَ الرَّحْمَةِ شُمُوْلَهاَ وَمِنَ العاَفِيَّةِ حُصُوْلَهاَ وَمِنَ العَيْشِ أَرْغَدَهُ وَمِنَ العُمْرِ أَسْعَدَهُ وَمِنَ الإِحْساَنِ أَتَمَّهُ وَمِنَ الإِنْعاَمِ أَعَمَّهُ وَمِنَ الفَضْلِ أَعْذَبَهُ وَمِنَ اللُّطْفِ أَنْفَعَهُ , أللَّـهُمَّ كُنْ لَناَ وَلاَتَكُنْ عَلَيْناَ , أللَّـهُمَّ اخْتِمْ بِالسَّعاَدَةِ آَجاَلَناَ وَحَقِّقْ بِالزِّياَدَةِ آَماَلَناَ وَاقْرُنْ بِالعاَفِيَّةِ غُدُوَّناَ وَآَصاَلَناَ , وَاجْعَلْ إِلىَ رَحْمَتِكَ مَصِيْرَناَ وَمَأَلَناَ وَصُبَّ سِجاَلَ عَفْوِكَ عَلَى ذُنُوْبِناَ وَمُنَّ عَلَيْناَ بِإِصْلاَحِ عُيُوْبِناَ وَاجْعَلِ التَّقْوَى زاَدَناَ وَفىِ دِيْنِكَ اجْتِهاَدَناَ وَعَلَيْكَ تَوَكُّلَناَ وَاعْتِماَدَناَ وَثَبِّتْناَ عَلَى نَهْجِ الإِسْتِقاَمَةِ وَأَعِذْناَ فىِ الدُّنْياَ مِنْ مُوْجِباَتِ النَّداَمَةِ يَوْمَ القِياَمَةِ , وَخَفِّفْ عَنّاَ ثِقَلَ الأَوْزاَرِ وَارْزُقْناَ عَيْشَةَ الأَبْراَرِ وَاكْفِناَ وَاصْرِفْ عَنّاَ شَرَّ الأَشْراَرِ وَاعْتِقْ رِقاَبَناَ وَرِقاَبَ آَباَئِناَ وَأُمَّهاَتِناَ وَأَوْلاَدِناَ وَإِخْواَنِناَ وَعَشِيْرَتِناَ مِنْ عَذاَبِ القَبْرِ وَمِنَ النِّيْراَنِ بِرَحْمَتِكَ ياَعَزِيْزُ ياَغَفَّارُ ياَسَتَّارُ ياَحَلِيْمُ ياَجَبَّارُ (يَآأَللهُ يَآأَللهُ يَآأَللهُ يَآرَحْمَنُ ياَرَحِِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ )3× إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَبِالإِجاَبَةِ جَدِيْرٌ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ؛
Artinya :
Dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Pujian yang mengimbangi nikmat-Nya,
pujian yang membuat tambahan nikmat-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala bentuk pujian,
sebagaimana pujian yang layak kepada Dzat-Mu Yang maha Agung, dan kepada kerajaan-Mu yang maha besar ..,
Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepadaMu dikaruniakan kenikmatan sempurna, perlindungan abadi,
kasih sayang yang menghampar, kesejahteraan yang diraih, kehidupan yang paling menyenangkan..,
umur yang paling membahagiakan, kebaikan yang paling sempurna, kenikmatan yang paling luas,
keutamaan yang paling baik, juga kemurahan yang paling bermanfaat..,
Ya Allah jadikanlah apapun bermanfaat pada kami, jangan jadikan apapun membahayakan kami..,
Ya Allah akhirilah kami dengan bahagia di saat ajal menjemput, nyatakanlah agar kami mendapat kebaikan melebihi apa yang kami harapkan, iringilah kami dengan kesejahteraan baik di waktu pagi ataupun sore, jadikanlah tempat kembali dan tempat tinggal bagi kami ialah menuju kasih sayangMu, kucurkanlah hujan ampunanMu atas semua dosa-dosa kami, karuniakan kami agar dapat memperbaiki kehilapan, jadikan ketaqwaan sebagai bekal kehidupan kami, jadikan kami selalu bersungguh-sungguh dalam agamaMu, jadikan kami selalu berserah diri dan tawakal kepadaMu, teguhkan kami di jalan istiqomah (selalu dalam keadaan menyembahMu).., lindungi kami dalam kehidupan dunia dari segala hal yang menimbulkan penyesalan di hari qiyamah, ringankanlah kami dari setiap beban yang menyulitkan karena dosa-dosa, berikanlah kami kehidupan orang-orang yang mendapat kebahagiaan, lindungilah serta halangilah kami dari kehidupan orang-orang yang jahat dan tercela, bebaskan dan selamatkanlah diri kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, saudara-saudara kami, kawan-kawan kami semua, dari siksa kubur dan siksa neraka, berkat segala kasihMu.., wahai yang maha mulia, wahai Yang maha Pengampun, wahai Yang maha menutupi kehilapan,
wahai Yang maha pemurah, wahai Yang maha perkasa (Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, wahai Yang maha Pengasih, wahai Yang maha Penyayang, dengan segala kasih Mu, wahai Yang paling Pengasih diantara yang pengasih)3x ..,
Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu dan selalu segera memenuhi permohonan..,
Semoga Allah melimpahkan kasih sayangNya pada baginda kita Muhammad, keluarga, juga sahabat, amien …,

Allah mengetahui segalanya.
Al-Imam Ghozali, Abu Hamid, Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozaliy

> MUSUH-MUSUH IBLIS DAN KAWAN-KAWAN IBLIS

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَهِ النَّاسِ (٣) مِنْ شَرِّ الوَسْوَاسِ الخَنَّاسِ (٤)
الَّذِي يُوَسْوِسُ فيِ صُدُورِ النَّاسِ (٥) مِنَ الجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)
Katakanlah : "Aku berlidung kepada Tuhan Yang memelihara dan menguasai manusia. 2. Raja manusia. 3. Sembahan manusia. 4. Dari kejahatan bisikan syaitan yang bersembunyi, 5. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia 6. Dari (golongan) jin dan manusia. (QS.An-Naas)

وَرَوَتْ صَفِيَّةُ بِنْتِ جَحْشٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قاَلَ ؛ الشَّيْطاَنُ يَجْرِى مِنَ ابْنِ آَدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
Shofiah binti Jahsy meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Syetan berjalan menggoda manusia melalui saluran darah”.

وَعَنْ أَبِى صاَلِحِ عَنْ إِبْنِ عَبَّاسِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُماَ يَقُوْلُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فىِ تَفْسِيْرِ ذَلِكَ ؛ يَدْخُلُ فىِ صُدُوْرِ الجِنِّ كَماَيَدْخُلُ فىِ صُدُوْرِ الإِنْسِ فَيُوَسْوِسُ فىِ صُدُوْرِهِمْ , فَإِذاَ ذَكَرَ اللهَ خَنَسَ وَخَرَجَ مِنْ صُدُوْرِهِمْ
Dari Abu Soleh, dan di terima dari Ibnu Abbas, semoga Allah merestui keduanya. Dalam tafsir surat tersebut Rasulullah SAW bersabda “ Syetan masuk ke dalam dada jin, sama halnya ia masuk ke dalam dada manusia sehingga membuat keraguan di dada mereka, namun apabila mereka dzikir kepada Allah maka syetan akan melompat keluar dari dada mereka”.

وَذُكِرَ عَنْ وَهَبْ بِنْ مُنَبَّهْ رَحِمَهُ اللهُ أَنَّهُ قاَلَ ؛ أَمَرَ اللهُ تَعاَلىَ إِبْلِيْسَ أَنْ يَأْتِىَ مُحَمَّداً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيُجِيْبُهُ عَنْ كُلِّ ماَ يَسْأَلُهُ , فَجاَءَهُ عَلَى صُوْرَةِ شَيْخٍ وَبِيَدِهِ عِكاَزٌ , فَقاَلَ لَهُ مَنْ أَنْتَ ؟ قاَلَ أَناَ إِبْلِيْسُ , فَقاَلَ لِماَذاَ جِئْتَ ؟ قاَلَ إِنَّ اللهَ أَمَرَنِى أَنْ آَتِيْكَ وَأُجِيْبُكَ عَنْ كُلِّ ماَتَسْأَلَنِى , فَقاَلَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ ياَ مَلْعُوْنٌ كَمْ أَعْداَؤُكَ مِنْ أُمَّتِى ؟ قاَلَ خَمْسَةَ عَشَرَ ؛ أَوَّلُهُمْ أَنْتَ وَالثَّانِى إِماَمٌ عاَدِلٌ وَالثَّالِثُ غَنِىٌّ مُتَوَاضِعٌ وَالرَّابِعُ تاَجِرٌ صاَدِقٌ وَالخَامِسُ عاَلِمٌ مُتَخَشِعٌ وَالساَّدِسُ مُؤْمِنٌ ناَصِحٌ وَالسَّابِعُ مُؤْمِنٌ رَحِيْمُ القَلْبِ وَالثَّامِنُ تاَئِبٌ ثاَبِتٌ عَلَى التَّوْبَةِ وَالتَّاسِعُ مُتَوَرِعٌ عَنِ الحَراَمِ وَالعاَشِرُ مُؤْمِنٌ يُدِيْمُ عَلَى الطَّهاَرَةِ وَالحاَدِى عَشَرَ مُؤْمِنٌ كَثِيْرُ الصَّدَقَةِ وَالثَّانِى عَشَرَ مُؤْمِنٌ حُسْنُ الخُلُقِ مَعَ النَّاسِ وَالثَّالِثُ عَشَرَ مُؤْمِنٌ يَنْفَعُ النَّاسَ وَالرَّابِعُ عَشَرَ حاَمِلُ القُرْآَنِ يُدِيْمُ عَلَى تِلاَوَتِهِ وَالخاَمِسُ عَشَرَ قاَئِمٌ بِأللَّيْلِ وَالنَّاسُ نُيَّامٌ . ثُمَّ قاَلَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ رُفْقاَؤُكَ مِنْ أُمَّتِى ؟ قاَلَ عَشَرَةٌ ؛ أَوَّلُهُمْ سُلْطاَنٌ جاَئِرٌ وَالثَّانِى غَنِىٌّ مُتَكَبِّرٌ وَالثَّالِثُ تاَجِرٌ خاَئِنٌ وَالرَّابِعُ شاَرِبُ الخَمْرِ وَالخاَمِسُ القَتَّاتُ وَالسَّادِسُ صاَحِبُ الزِّناَ وَالسَّابِعُ آَكِلُ ماَلَ اليَتِيْمِ وَالثَّامِنُ المُتَهاَوِنُ بِالصَّلاَةِ وَالتَّاسِعُ ماَنِعُ الزَّكاَةِ وَالعاَشِرُ الَّذِى يُطِيْلُ الأَمَلَ . فَهَؤُلاَءِ أَصْحاَبِى وَإِخْواَنِى كَذاَ ذَكَرَهُ العَلاَمَةُ نَصْرُ بْنُ مُحَمَّدْ السَّمَرْقَنْدِى
MUSUH IBLIS ADA 15 : (1) Baginda Nabi SAW, (2) Pemimpin adil, (3) Orang kaya yang tawadlu’, (4) Pengusaha jujur, (5) Orang alim yang khuysu’, (6) Mukmin selalu memberi nasihat, (7) Mukmin yang selalu menebar kasih sayang, (8) Orang taubat yang teguh taubatnya, (9) Orang waspadai haram, (10) Mukmin membiasakan diri punya wudlu, (11) Mukmin gemar sedekah, (12) Mukmin berakhlak baik dengan orang lain, (13) Mukmin berguna untuk orang lain, (14) Orang yang hapal Qur’an dan selalu membacanya, (15) Orang yang selalu bangun malam dikala orang pada tidur.

KAWAN IBLIS ADA 10 : (1) Peminpin jahat, (2) Orang kaya yang sombong, (3) Pengusaha licik, (4) Pemakai narkoba, (5) Orang yang mengadu domba (6) Pelaku zina, (7) Orang yang makan harta anak yatim, (8) Merendahkan shalat (9) Orang yang melarang zakat (10) Orang yang jauh berharap dunia.

Allah mengetahui segalanya.
Pustaka : Syirojuth-Thalibin, Syarah Minhajul Abidin, Syekh Ihsan Muhammad Dahlan, juz 1 hal. 280

>Mukjizat Shalat Berjamaah

MUKJIZAT SHALAT BERJAMA’AH
مَنْ مَشَى إِلىَ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ فيِ الجَماَعَةِ فَهِيَ كَحَجَّةٍ وَمَنْ مَشَى إِلىَ صَلاَةِ تَطَوُّعٍ فَهِيَ كَعُمْرَةٍ تاَمَّةٍ
Barangsiapa melangkahkan kaki untuk melaksanakan shalat fardu berjama’ah maka itu laksana melaksanakan ibadah Haji. Barangsiapa melangkahkan kaki untuk melaksanakan shalat sunnah maka itu laksana melaksanakan ibadah Umrah sempurna. (HR. Thabraniy)

وَحَقِيْقَةُ الجَماَعَةِ هُناَ الاِرْتِباَطُ الحاَصِلِ بَيْنَ الإِماَمِ وَالمَأْمُوْمِ وَلَوْ وَاحِدًا وَهِيَ مِنْ خَصاَئِصِ هَذِهِ الأُمَّةِ كاَلجُمْعَةِ وَالعِيْدَيْنِ وَالكُسُوْفَيْنِ وَالاِسْتِسْقاَءِ

Hakikat shalat berjama’ah di sini ialah kesinambungan yang didapatkan antara imam dan makmum, meskipun satu orang makmum. Shalat berjama’ah ini ialah ketentuan khusus ummat ini, seperti shalat jum’at, shalat hari raya, shalat gerhana dan shalat Istisqo.

قاَلَ المَناَوِيْ وَحِكْمَةُ مَشْرُوْعِيَّتِهاَ قِياَمُ نِظاَمِ الأُلْفَةِ بَيْنَ المُصَلِّيْنَ , وَلِذَا شُرِعَتْ المَساَجِدُ فيِ المَحاَلِ لِيَحْصُلَ التَّعَاهُدُ بِاللِّقاَءِ فيِ أَوْقاَتِ الصَّلاَةِ بَيْنَ الجِيْرَانِ وَِلأَنَّهُ قَدْ يُعْلَمُ الجاَهِلُ مِنَ العَالِمِ ماَ يَجْهَلُهُ مِنْ أَحْكاَمِهَا وَِلأَنَّ مَرَاتِبَ النَّاسِ مُتَفَاوِتَةٌ فيِ العِباَدَةِ فَتَعُوْدُ بَرْكَةُ الكَامِلِ عَلَى النَّاقِصِ فَتَكْمُلُ صَلاَةُ الجَمِيْعِ اهـ

Imam Al-Manawiy berkata : Hikmah diberlakukan shalat berjama’ah ialah mempererat hubungan sosial antara orang-orang shalat. Oleh karenanya, diberlakukan juga mendirikan mesjid di suatu tempat, agar bisa lebih memperhatikan waktu shalat berjama’ah antara masyarakat, juga agar bisa menyempurnakan shalat orang-orang awam, karena martabat ibadah manusia itu beragam, dengan demikian keberkahan yang sempurna akan menutupi shalat yang kurang, yang pada akhirnya shalat yang dilakukan semuanya akan menjadi sempurna. SHALAT SEMPURNA MERUPAKAN MUKJIZAT TIDAK TERNILAI.

وَقَدْ وَرَدَ فيِ فَضْلِهاَ أَحاَدِيْثٌ كَثِيْرَةٌ مِنْهاَ ؛ ماَرَوَاهُ التُّرْمُذِي عَنْ أَنَسَ أَيْضًا - مَنْ صَلَّى أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا فيِ جَماَعَةٍ يَدْرِكُ التَّكْبِيْرَةَ الأُوْلىَ كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتاَنِ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ -

Mukjizat shalat berjamah banyak tertuang dalam hadits-hadits, diantaranya riwayat Turmudzi dari Anas berikut - “Barangsiapa shalat berjama’ah selama empat puluh hari berjama’ah, dengan mengejar Takbiratul-Ihram bersama Imam, maka baginya dicatat dua poin titik aman, bebas api neraka dan bebas kemunafikan”-.

وَفيِ المَنْحِ السَّنِيَّةِ عَلَى الوَصِيَّةِ المَتْبُوْلِيَّةِ لِلْقُطُبْ الشَّعْرَانِي ماَ نَصَّهُ - وَقَدْ كاَنَ السَّلَفُ يَعِدُوْنَ فَوَاتَ صَلاَةِ الجَماَعَةِ مُصِيْبَةً وَقَدْ وَقَع أَنَّ بَعْضَهُمْ خَرَجَ إِلىَ حَائٍطٍ لَهُ يَعْنِي حَدِيْقَةَ نَخْلٍ فَرَجَعَ وَقَدْ صَلَّى النَّاسُ صَلاَةَ العَصْرِ فَقاَلَ إِنَّا ِللهِ فَاتَتْنِي صَلاَةُ الجَماَعَةِ أُشْهِدُكُمْ عَلَيَّ أَنَّ حاَئِطِيْ عَلَى المَساَكِيْنَ صَدَقَةً -

Dalam pustaka Al-Manhu Saniyyah (Wasiat Nabi SAW) disusun oleh Al-Qutub Asya’roniy ada catatan berikut – “Para Ulama salaf (sahabat) meyakini bahwa tertinggal shalat berjama’ah adalah musibah. Suatu hari salah seorang sahabat pernah pergi keluar rumah menuju kebun kurma, ketika kembali ternyata orang-orang sudah melaksanakan shalat Asar berjama’ah, ia tertinggal shalat berjama’ah. Dan ia pun berkata ; “Inna Lillah, saya tertinggal shalat berjama’ah, saksikan kepada kalian semua, bahwa saya nadzar (memberi wajib) kebun kurma saya disedekahkan untuk orang-orang miskin (sebagai kifarat dosa yang berakibat tertinggal shalat berjama’ah)” -.

وَفاَتَتْ عَبْدُ اللهِ بِنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُماَ صَلاَةَ العِشاَءِ فيِ الجَمَاعَةِ فَصَلَّى تِلْكَ اللَّيْلَةِ حَتَّى طَلَعَ الفَجْرُ جَبْرًا لِماَ فاَتَهُ مِنْ صَلاَةِ العِشاَءِ فيِ الجَمَاعَةِ

Abdullah bin Umar ra suatu saat pernah tertinggal shalat berjama’ah Isya karena sesuatu, kemudian beliau melaksanakan shalat Isya tersebut berulang-ulang sampai terbit fajar, untuk menambal martabat berjama’ah shalat Isya yang tertinggal.

وَعَنْ عُبَيْدِ اللهِ بِنْ عُمَرْ القَوَارِيْرِيْ رَحِمَهُ اللهُ تَعاَلىَ قاَلَ ؛ لَمْ تَكُنْ تَفُوْتَنِي صَلاَةٌ فيِ الجَماَعَةِ فَنَزَلَ بِي ضَيْفٌ فَشَغَلْتُ بِسَبِبِهِ عَنْ صَلاَةِ العِشَاءِ فيِ المَسْجِدِ فَخَرَجْتُ أَطْلُبُ المَسْجِدَ ِلأُصَلِّيْ فِيْهِ مَعَ النَّاسِ فَإِذاً المَسَاجِدُ كُلُّهاَ قَدْ صَلَّى أَهْلُهَا وَغُلِقَتْ فَرَجَعْتُ إِلىَ بَيْتِي وَأَناَ حَزِيْنٌ عَلَى فَوَاتِ صَلاَةِ الجَمَاعَةِ فَقُلْتُ وَرَدَ فيِ الحَدِيْثِ إِنَّ صَلاَةَ الجَمَاعَةِ تَزِيْدُ عَلَى صَلاَةِ الفَذِّ سَبْعًا وَعِشْرِيْنَ فَصَلَيْتُ العِشَاءَ سَبْعًا وَعِشْرِيْنَ مَرَّةً ثُمَّ نُمْتُ فَرَأَيْتُنِي فيِ المَناَمِ عَلَى فَرْسٍ مَعَ قَوْمٍ عَلَى خَيْلٍ وَهُمْ أَمَامِيْ وَأَناَ أَرْكِضُ فَرْسِي خَلْفَهُمْ فَلاَ أَلْحِقُهُمْ فاَلْتَفَتُ إِليَ وَاحِدٍ مِنْهُمْ وَقاَلَ تَتْعَبُ فَرْسَكَ فَلَسْتَ تَلْحَقُناَ فَقُلْتُ وَلِمَ ياَ أَخِيْ قَالَ ِلأَنَّا صَلَّيْناَ العِشاَءَ فيِ الجَماَعَةِ وَأَنْتَ قَدْ صَلَّيْتَ وَحْدَكَ فاَسْتَيْقَظْتُ وَأَناَ مَهْمُوْمٌ حَزِيْنٌ

Syekh Ubaedillah bin Umar Al-Qowaririy rhm bercerita ; Saya memang tidak pernah tertinggal shalat berjama’ah, suatu saat saya kedatangan tamu dan tentunya saya sibuk melayani tamu itu sehigga saya tertinggal shalat berjama’ah Isya di mesjid tepat awal waktu. Setelah tamu pulang kemudian saya langsung pergi ke mesjid agar bisa shalat Isya berjama’ah meskipun tidak awal waktu, ketika sampai mesjid, ternyata semua orang sudah melaksanakan shalat Isya, bahkan pintu mesjid sudah terkunci. Akhirnya saya pulang ke rumah dengan penuh penyesalan. Sebelum masuk rumah, tiba-tiba teringat dalam benak saya sebuah hadits “Sesungguhnya shalat berjama’ah itu melebihi shalat 27 kali sendirian” kemudian saya melaksanakan shalat Isya 27 kali dengan harapan dapat mengimbangi martabat shalat berjama’ah, setelah shalat saya pun tidur.

Dalam tidur saya bermimpi, saya mengendarai kuda beserta orang-orang, saya berada di belakang sedangkan orang-orang berada jauh di depan, saya memacu kuda agar bisa seiring bersama mereka, namun sayang saya tidak sanggup mengejarnya. Kemudian saya memandang salah satu dari mereka.

“Kamu menyusahkan kuda mu, meskipun memacu dengan kecepatan tinggi kamu tidak akan sanggup mengejar kami”. Begitu ia berkata kepada saya. “Mengapa hai kawan?” Saya bertanya kepadanya. “Karena kami melaksanakan shalat Isya berjama’ah sedangkan kamu melaksanakan shalat Isya sendirian meskipun dilakukan sampai 27 kali”. Jawabnya. Mendangar jawaban itu, saya pun terbangun, sedih bercampur penyesalan.

وَقَالَ بَعْضُ السَّلَفِ ماَ فاَتَتْ أَحَدًا صَلاَةُ الجَمَاعَةِ إِلاَّ بِذَنْبٍ أَصَابَهُ وَقَدْ كاَنُوْا يَعِزُوْنَ أَنْفُسَهُمْ سَبْعَةَ أَيَّامٍ إِذَا فَاتَتْ أَحَدُهُمْ صَلاَةَ الجَمَاعَةِ وَقِيْلَ رَكْعَةً وَيَعِزُوْنَ أَنْفُسَهُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ إِذَا فاَتَتْهُمُ التَّكْبِيْرَةُ الأُوْلىَ مَعَ الإِماَمِ فاَعْلَمْ ذَلِكَ ياَ أَخِيْ اهـ

Sebagian Ulama Salaf (Sahabat) berkata ; Tidak semata-mata mengalami tertinggal shalat berjama’ah melainkan hal itu hanya disebabkan suatu dosa yang telah di perbuat. Diantara mereka sering mengkarantina diri selama satu minggu untuk proses rehabilitasi apabila salah seorang dari mereka tertinggal shalat berjama’ah bahkan sekalipun hanya tertinggal satu raka’at. Mereka juga melakukan rehabilitasi diri mereka selama tiga hari apabila dalam shalat berjama’ah itu tertinggal Takbiratul-Ikhram bersama imam, renungkanlah hal ini wahai sahabatku..?!

Allah mengetahui segalanya

Pustaka : Kitab I’anathuth-Thalibin Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatho Ad-Dimyatiy

> 7 Pintu Neraka

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Neraka memiliki 7 pintu, ini artinya neraka itu ada 7 macam. Masing-masing pintu merupakan jalan masuk kaum lelaki dan perempuan.

رُوِىَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ T أَنَّهُ سَأَلَ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَكاَنَتْ أَبْواَبُهاَ كَأَبْواَبِناَ هَذِهِ ؟

Diriwayatkan dari Rasulullah Saw ; Suatu saat beliau bertanya pada malaikat Jibril as ;

Rasul Saw ; Apakah pintu-pintu Neraka sama dengan pintu-pintu di ruangan rumah ini ?

قَالَ لاَ وَلَكِنَّهاَ مَفْتُوْحَةً بَعْضُهاَ أَسْفَلٌ مِنْ بَعْضٍ مِنَ الباَبِ إِلىَ الباَبِ مَسِيْرَةُ سَبْعِمِائَةِ سَنَةٍ كُلُّ باَبٍ مِنْهاَ أَشَدُّ حُرًّا مِنَ الَّذِى يَلِيْهِ سَبْعِيْنَ ضُعْفاً

Jibril as ; Tidak sama, akan tetapi pintu Neraka itu selalu terbuka dan tidak ada daun pintunya, satu pintu berada di bawah pintu lainnya, jarak dari pintu ke pintu di tempuh selama 700 tahun jalan kaki, tiap pintu paling rendah lebih panas 70 kali lipat dari pintu yang berada di atasnya.

قاَلَ T مَنْ سُكاَنُ هَذِهِ الأَبْواَبِ ؟

Rasul Saw ; Siapa yang akan masuk neraka melalui pintu-pintu itu ?

قاَلَ أَمَّا الباَبُ الأَسْفَلِ فَفِيْهِ المُناَفِقُوْنَ وَمَنْ كَفَرَ مِنْ أَصْحاَبِ الماَئِدَةِ وَآَلِ فِرْعَوْنَ وَاسْمُهُ الهاَوِيَّةُ

Jibril as ; Adapun pintu yang paling bawah adalah neraka yang akan di huni oleh orang-orang munafiq, orang-orang yang dekat Nabi Saw tapi mereka menginkarinya, dan juga di huni para pengikut Fir’aun. Nama neraka ini Al-Hawiyah artinya api yang sangat panas.

وَالباَبُ الثَّانِى فِيْهِ المُشْرِكُوْنَ وَاسْمُهُ الجَحِيْمُ

Pintu kedua adalah neraka yang akan di huni oleh orang-orang musyrik. Nama neraka ini Al-Jahim artinya nyala api yang sangat panas.

وَالباَبُ الثَّالِثِ فِيْهِ الصَّابِئُوْنَ وَاسْمُهُ حُطَمَةٌ

Pintu ketiga adalah neraka yang akan dihuni oleh orang-orang yang berpindah agama dari Islam ke agama lainnya. Nama neraka ini Saqor artinya nyala api yang sangat panas.

وَالباَبُ الرَّابِعُ فِيْهِ إِبْلِيْسُ وَمَنْ تَبِعَهُ وَالمَجُوْسِ وَاسْمُهُ لَظَى

Pintu keempat adalah neraka yang akan di huni oleh Iblis dan para pengikutnya, dan juga di huni kaum majusi, kaum yang menyembah api. Nama neraka ini Ladzo artinya Api yang sangat panas.

وَالباَبُ الخاَمِسُ فِيْهِ اليَهُوْدِ وَاسْمُهُ حُطَمَةٌ

Pintu kelima adalah neraka yang akan di huni oleh orang-orang Yahudi. Nama neraka ini Huthomah artinya Api yang sangat panas.

وَالباَبُ السَّادِسُ فِيْهِ النَّصَارَى وَاسْمُهُ سَعِيْرٌ

Pintu keenam adalah neraka yang akan di huni oleh orang-orang Nashrani, protestan atau katolik. Nama neraka ini Sa’ir artinya Api yang sangat panas.

ثُمَّ أَمْسَكَ جِبْرِيْلُ فَقاَلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ياَجِبْرِيْلُ لِمَ لاَتَخْبِرْنِى عَنْ سُكاَنِ الباَبِ السَّابِعِ ؟

Kemudian Jibril as berhenti melanjutkan khabar, dan Rosulullah Saw bertanya :
Rasul Saw ; Wahai Jibril, mengapa kamu berhenti bicara ? siapa penghuni neraka yang ke tujuh ?

فَقاَلَ ياَمُحَمَّدْ أَتَسْأَلْنِى عَنْهُ فَقاَلَ بَلَى

Jibril as ; Wahai Muhammad, apakah tuan ingin tanyakan juga dan ingin mengetahui siapa penghuni neraka yang ke tujuh ?
Rosul Saw ; Ya betul, saya ingin mengetahuinya

قاَلَ ياَمُحَمَّدْ أَهْلُ الكَباَئِرِ مِنْ أُمَّتِكَ الَّذِيْنَ ماَتُوْا وَلَمْ يَتُوْبُوْا

Jibril as ; Wahai Muhammad, penghuni neraka yang ketujuh adalah orang-orang yang berbuat dosa besar dari pada umat tuan, yaitu mereka yang matinya belum bertaubat.

فَخَرَّ النَّبِىُّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ مُغْشَيّاً عَلَيْهِ

Mendengar hal itu, Nabi Saw terkejut dan jatuh pingsan, beliau tidak sadarkan diri, pingsan karena terkejut yang luar biasa.

فَلَمّاَ أَفاَقَ قاَلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ياَجِبْرِيْلُ عَظُمَتْ مُصِيْبَتِى وَاشْتَدَّ خَوْفِى أَيَدْخُلُ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِى النَّارَ

Setelah Rosul Saw sadar, beliau berkata ; Wahai Jibril musibahku rasa-rasanya teramat besar dan rasa takutku begitu sangat dahsyat, apakah memang benar salah seorang umatku ada yang akan masuk neraka ?

قاَلَ جِبْرِيْلُ نَعَمْ يَدْخُلُ أَهْلُ الكَباَئِرِ مِنْ أُمَّتِكَ

Jibril as ; Ya memang benar, orang-orang yang berbuat dosa besar dari umat tuan, mereka pasti akan masuk ke neraka yang ke tujuh ini.

ثُمَّ بَكَى رَسُوْلُ اللهِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَبَكَى جِبْرِيْلُ لِبُكاَئِهِ

Kemudian Rasulullah Saw menangis dan Jibril pun ikut menangis karenanya.

وَقاَلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ياَجِبْرِيْلُ لِمَ تَبْكِى أَنْتَ وَأَنْتَ الرُّوْحُ الأَمِيْنُ

Rosul Saw ; Hai Jibril mengapa kamu menangis ? sedangkan kamu adalah jiwa yang telah dalam posisi aman, kamu dipastikan tidak akan masuk ke neraka.

قاَلَ جِبْرِيْلُ أَخاَفُ أَنْ أَبْتَلِيَ بِماَ ابْتَلَى بِهِ هاَرُوْتَ وَماَرُوْتَ فَهُوَ الَّذِى أَبْكاَنِى

Jibril as ; Saya sangat takut musibah terjadi sebagaimana terjadi pada Harut dan Marut, dua malaikat yang terkena siksa Allah Saw di dunia, inilah yang membuat saya menangis.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ

Al-baqoroh ayat 30 ini mengandung kisah, bahwa Harut dan Marut, dua orang malaikat menyatakan diri lebih tatat dari manusia, ketika Allah Swt menjadikan manusia sebagai kholifah, Allah murka, mereka terkena sangsi, namun diberi pilihan antara siksa (hukum) di dunia atau di akhirat, mereka memilih siksa di dunia.

فَأَوْحَى اللهُ تَعاَلىَ ياَجِبْرِيْلُ وَياَمُحَمَّدٌ إِنِّى أَبْعَدْتُكُماَ مِنَ النَّارِ وَلَكِنْ لاَتَأْمَنّاَ مِنْ عَذَابِى

Kemudian Allah Swt turunkan wahyu ; Wahai Jibril dan Wahai Muhammad, sesungguhnya Kami telah menjauhkan kalian berdua dari neraka, akan tetapi bukan berarti kalian tidak akan terkena siksa dari Kami (siksa sejenis merasa tidak nyaman).

Pustaka : Daqoiqul Akhbar, Syekh Abdurrohim bin Ahmad Al-Qodli

> 8 Pintu sorga

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Sorga itu memiliki 8 macam pintu, berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas berikut ;

قاَلَ إِبْنُ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُماَ لِلْجِناَنِ ثَماَنِيَّةُ أَبْوَابٍ مِنْ ذَهَبٍ مُرَصَّعٍ بِالجَوْهَرِ

Ibnu Abbas ra berkata ; Sorga itu memiliki 8 (delapan) pintu, masing-masing tercipta dari emas yang di sulam intan berlian.

مَكْتُوْبٌ عَلَى الباَبِ الأَوَّلِ لآَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ وَهُوَ باَبُ الأَنْبِياَءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالشُّهَداَءِ وَالأَسْخِياَ

Pintu Pertama, Terpampang di atas pintu sorga pertama dua kalimat syahadat atau tauhid yaitu لآَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ . sorga ini akan di huni oleh para Nabi, Para Rosul, Para Syuhada (orang syahid) dan orang-orang dermawan.
وَالباَبُ الثَّانِى باَبُ المُصَلِّيْنَ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ الوُضُوْءَ وَأَرْكاَنَ الصَّلاَةِ

Pintu kedua adalah sorga yang akan di huni oleh orang-orang yang selalu mendirikan shalat dengan wudlu yang baik dan melakukan rukun-rukun shalatnya dengan baik pula.

وَالباَبُ الثَّالِثُ باَبُ المُزَكِّيْنَ بَطَيِّبِ أَنْفُسِهِمْ

Pintu ketiga adalah sorga yang akan dihuni oleh orang-orang yang gemar membayar zakat atau sedekah dengan hati yang ikhlas.

وَالباَبُ الرَّابِعُ باَبُ الآَمِرِيْنَ بِالمَعْرُوْفِ وَالنَّاهِيْنَ عَنِ المُنْكَرِ

Pintu keempat adalah sorga yang akan di huni oleh orang-orang yang gemar amar ma’ruf nahi munkar yaitu mengajak kebajikan dan melarang kemunkaran atau dakwah.

وَالباَبُ الخاَمِسُ باَبُ مَنْ يَقْطَعُ نَفْسَهُ عَنِ الشَّهْوَاتِ وَيَمْنَعُهاَ مِنَ الهَوَى

Pintu kelima adalah sorga yang akan di huni oleh orang-orang yang dapat mengendalikan hasrat keinginan duniawi dan hawa nafsunya.

وَالباَبُ السَّادِسُ باَبُ الحُجاَجِ وَالمُعْتَمِرِيْنَ

Pintu keenam adalah sorga yang akan di huni oleh orang-orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah.

وَالباَبُ السَّابِعُ باَبُ المُجاَهِدِيْنَ

Pintu ketujuh adalah sorga yang akan di huni oleh orang-orang yang selalu berjuang membela agama Islam.

وَالباَبُ الثَّامِنُ باَبُ المُتَّقِيْنَ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ أَبْصاَرَهُمْ عَنِ المِحاَرِمِ وَيَعْمَلُوْنَ الخَيْراَتِ مِنْ بِرِّ الواَلِدَيْنِ وَصِلَةِ الأَرْحاَمِ وَغَيْرِ ذَلِكَ

Pintu kedelapan adalah sorga yang akan di huni oleh orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang memalingkan pandanagan matanya dari hal-hal yang diharamkan oleh agama dan mereka yang berbuat amal kebaikan seperti berbakti pada kedua orang tua, silaturrahmi dan lain sebagainya.

أَوَّلُهاَ داَرُ الجَلاَلِ وَهِىَ مِنْ لُؤْلُؤِ أَبْيَضٍ

Jumlah seluruh sorga ada 8 (delapan) ;
Sorga pertama namanya Daarul-Jalal artinya komplek kemegahan, semuanya seperti rumah, halaman, jalan, dan lain sebagainya tercipta dari intan mutiara yang berwarna putih.

وَثاَنِيْهاَ داَرُ السَّلاَمِ وَهِىَ مِنْ ياَقُوْتِ أَحْمَرٍ

Sorga kedua namanya Daarus-Salam artinya komplek yang sangat aman, semuanya tercipta dari intan mutiara yang berwarna merah.

وَثاَلِثُهاَ جَنَّةُ المَأْوَى وَهِىَ مِنْ زَبَرْجَدٍ أَخْضَرَ

Sorga ketiga namanya Jannatul-Ma’wa artinya sorga tempat kembali, semuanya tercipta dari intan zabarjad yang berwarna hijau.

وَرَابِعُهاَ جَنَّةُ الخُلْدِ وَهِىَ مِنْ مَرْجاَنِ أَحْمَرَ وَأَصْفَرَ

Sorga keempat namanya Jannatul-Khuld artinya srga yang abadi, semuanya tercipta dari intan marjan yang berwarna merah dan kuning.

وَخاَمِسُهاَ جَنَّةُ النَّعِيْمِ وَهِىَ مِنْ فِضَّةٍ بَيْضاَءَ

Sorga kelima namanya Janntun-Na’im artinya sorga berlimpah kenikmatan, semuanya tercipta dari perak yang berwarna putih.

وَساَدِسُهاَ جَنَّةُ الفِرْدَوْسِ وَهِىَ مِنْ ذَهَبٍ أَحْمَرَ

Sorga keenam namanya Janntul-Firdaus artinya sorga yang mulia, semuanya tercipta dari emas yang berwarna merah.

وَساَبِعُهاَ جَنَّةُ عَدْنٍ وَهِىَ مِنْ دُرَّةٍ بَيْضاَءَ

Sorga ketujuh namanya Jannatu-‘And artinya sorga yang luhur, semuanya tercipta dari berlian yang berwarna putih.

وَثاَمِنُهاَ داَرُ القَراَرِ وَهِىَ مِنْ ذَهَبٍ أَحْمَرَ وَهِىَ قُصْبَةُ الجِناَنِ وَهِىَ مُشْرِفَةٌ عَلَى الجِناَنِ كُلِّهاَ

Sorga kedelapan namanya Darul-Qoror artinya tempat tinggal abadi, semuanya tercipta dari emas merah, ia merupakan sorga paling rendah tetapi mulia karena berada menopang pada sorga yang lainnya.

Pustaka : Daqoiqul Akhbar, Syekh Abdurrohim bin Ahmad Al-Qodli